RI Berharap Forum ASEAN-BAC Mampu Perluas Layanan Pembayaran QR Code

Berita287 Dilihat

Forum bisnis ASEAN Business Advisory Council atau ASEAN-BAC akan digelar pada 1-8 September 2023. Ketua ASEAN-BAC 2023 Arsjad Rasjid berharap forum itu dapat mendorong perluasan layanan pembayaran digital QR Code tidak hanya di kawasan ASEAN, melainkan juga ke Indo-Pasifik.

Arsjad mengatakan transaksi pembayaran QR Code merupakan salah satu isu prioritas yang dibahas dalam forum bisnis ASEAN-BAC pada bidang transformasi digital.

Untuk itu, dia menuturkan bahwa adanya ASEAN-BAC diharapkan bisa mempromosikan pembayaran digital lintas batas, dengan tujuan dapat menghubungkan pembayaran dan memudahkan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah atau UMKM di seluruh ASEAN.

“Memang kami ingin memperluas ini ke lebih banyak negara, yaitu hingga ke negara-negara Indo-Pasifik,” ujar Arsjad dalam konferensi pers ASEAN-BAC, di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (8/8).

Pada Mei lalu, Arsjad mengatakan bahwa ASEAN-BAC juga menargetkan layanan digital QR Code bisa mulai digunakan di antara negara anggota ASEAN pada September 2023. Selain itu, dia berharap penerapan QR Code tersebut dapat membuat UMKM naik kelas.

Arsjad mengatakan bahwa pihaknya berupaya menghadirkan transformasi digital dan iklim perekonomian yang inklusif di kawasan Asia Tenggara melalui penerapan ASEAN QR Code.

Indonesia telah memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di wilayah ASEAN. Dengan populasi lebih dari 270 juta, Indonesia memiliki nilai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan merupakan pemain kunci dalam transformasi digital di wilayah tersebut.

Dia mengatakan, ekonomi digital negara ini diperkirakan akan mencapai US$ 133 miliar pada 2025, yang menyumbang 11% produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN-BAC tahun ini bertujuan untuk memimpin transformasi digital dan inklusi keuangan di wilayah ASEAN. Terutama sebagai upaya dalam meningkatkan konektivitas dan inklusi keuangan bagi UMKM karena perannya sebagai tulang punggung ekonomi regional,” kata Arsjad.

Baca Juga  Kabar Gembira! Bansos PKH hingga BLT Sembako Cair Lagi di 2024 : Okezone Economy

Adapun inisiatif dari ASEAN QR Code bertujuan untuk menghubungkan kode QR untuk melakukan pembayaran secara nasional dan antar negara. Sehingga, hal ini memungkinkan bagi masyarakat untuk membeli barang dan jasa di seluruh wilayah ASEAN secara mudah dengan mata uang lokal.

Selain itu, dia mengatakan saat ini, Malaysia, Indonesia, dan Thailand telah terhubung dengan QR Code. Sedangkan Singapura terhubung dengan Malaysia dan Thailand.

Ekonomi Digital di ASEAN Tumbuh Pesat

Ekonomi digital di wilayah ASEAN telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir karena penetrasi internet yang semakin tinggi, adopsi e-commerce, dan inovasi.

Saat ini, terdapat 70 juta UMKM, 622 juta konsumen, dan lebih dari 100 juta pengguna internet di kawasan ASEAN, yang semuanya berpotensi untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital.

Dengan inisiatif digital yang diluncurkan dalam kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua ASEAN-BAC 2023, diharapkan akan muncul peluang baru bagi UMKM untuk tumbuh dan mengembangkan bisnis secara digital.

Pada 2022 Indonesia juga banyak berdagang dengan Thailand, Filipina, dan Vietnam. Sementara perdagangan dengan Myanmar, Brunei, Kamboja, Timor Leste, dan Laos. Namun, nilai perdagangannya masih sangat kecil.

Selain QR Code, ada beberapa proyek warisan atau legacy project lainnya yang diusulkan dalam ASEAN-BAC. Hal ini bertujuan agar mendapat perhatian para pemimpin ASEAN. Proyek tersebut di antaranya Wiki Entrepreneur, Marketplace Lending Platform, ASEAN Net Zero Hub, dan ASEAN Business Entity.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *